STRATEGI MEMPERTAHANKAN HAK ATAS TANAH DI MINANGKABAU STUDI KASUS PADA KENEGERIAN KAPAU KABUPATEN AGAM PROPINSI SUMATERA BARAT

Authors

  • Alaidin Rapani

DOI:

https://doi.org/10.36310/jebi.v10i01.41

Keywords:

Strategi, hukum positif dan hukum adat

Abstract

Didalam hukum adat Minangkabau pemilik tanah tidak selalu pemilik secara materiil atas
nama yang tercatat didalam bukti kepemilikan tanah, khususnya terhadap tanah ulayat dicatatkan
nama pihak laki laki yang bertindak atas nama kaumnya (baik laki-laki maupun yang perempuan),
pihak laki laki berfungsi sebagai pelindung atau mengawasi harta dari kaumnya, sementara yang
mempunyai hak materiilnya adalah pihak perempuan, filosofi yang terkandung dalam perjanjian
Ninik Mamak tersebut adalah untuk mempertahankan Harta benda. Dengan pengertian pusaka ada
yang menggantikan, pusaka diturunkan dari mamak kepada kemenakan, gadai harus dilunasi, jika
dijual dengan harga yang sesuai dan jika digadaikan dengan nilai yang sepadan. Untuk
mempertahankan tanah tetap dimiliki oleh masyarakat asli kenegerian Kapau dengan sistim
matrialkat/keturunan ibu, guna menjalankan bukti kepemilikan secara hukum positif dan
mempertahankan hukum adat tanpa mengganggu jalannya pembangunan, maka diperlukan strategi
secara legalitas yang diakui oleh pemerintah, pemangku adat dan disosialisasikan kepada
masyarakat.

Downloads

Published

2018-05-18

How to Cite

Rapani, A. (2018). STRATEGI MEMPERTAHANKAN HAK ATAS TANAH DI MINANGKABAU STUDI KASUS PADA KENEGERIAN KAPAU KABUPATEN AGAM PROPINSI SUMATERA BARAT. Jurnal Ekonomi Bisnis Indonesia, 10(01), 34-44. https://doi.org/10.36310/jebi.v10i01.41

Issue

Section

Articles